July 29, 2014

Tour de East Kalimantan


Ini bukan kali pertama aku ke Kalimantan Timur. Sebelumnya aku pernah kesini akhir April kemarin waktu liburan kelulusan. Aku ke Kalimantan gak sekedar untuk berlibur tapi juga untuk menyambangi papa dan kakakku yang sedang bekerja merantau disini. Kami menempati sebuah ruko besar di kota Samarinda yang dulunya jadi tempat kantor papaku bekerja, namun sekarang kantornya sudah pindah. Waktu libur lebaran kali ini aku bersama mamaku pergi ke Samarinda untuk kedua kalinya. Kami mendapatkan pesawat malam, dan liburan pun dimulai.


Sebelumnya waktu liburan kelulusan kemarin April aku sudah ke Samarinda ini. Waktu itu aku keliling ke Tenggarong bahkan naik KM. Pantokrator untuk sekedar foto dan berkeliling. Kapal ini didatangkan dari Yunani langsung melalui terusan Suez.




Kamis (24/07), Kali ini aku dan mamaku  berangkat pada beberapa hari menjelang lebaran. Jadi sudah ada beberapa orang yang berangkat mudik. Jam 19.00 WIB berangkat dan datang di Balikpapan sekitar 21.30 WITA. Ya beda selisih satu jam terkadang agak buat bingung di awal dan paham diakhir sewaktu mau pulang ke Surabaya :v. Sesampainnya di Sepinggan Airtport, aku dan mamaku dijemput sama papa dan kakakku dari Samarinda.

Minggu (26/07), sepulang dari gereja kami berencana ke Tenggarong daerah kota Kutai Kertanegara. Rencana kami akan ke museum Mulawarman.


Dalam perjalanan yang sedikit mendaki dan menuruni bukit ini, kita akan dimanjakan oleh pemandangan hutan. Namun tak jarang juga kita akan menjupai bekas-bekas penambangan batu bara disini. Terkadang bekas penambangan ini terlihat dibiarkan begitu saja tidak direboisasi atau dimanfaatkan untuk pembangunan.




Saat memasuki Kutai Kertanegara, tidak jauh kita akan melihat sungai Mahakam dan di tengahnya ada Pulau Kumala. Pulau ini sepertinya hanya digunakan untuk keperluan wisata, dan di ujung dari pulau ini terdapat patung emas Lembuswana. Namun sebelum itu terdapat sebuah stadion klub sepak bola Mitra Kukar yaitu Stadion Aji Imbud.


Ini adalah foto saat awal Mei kemarin, dan ini adalah kedatangan pertamaku ke Kalimantan Timur. Tak jauh dari Stadion kita akan menyebrang ke tenggarong menggunakan kapal kayu. Sebetulnya ada jembatan yang menghubungkan ke Tenggarong. Namun sudah putus dan sempat menjadi pemberitaan nasional pada waktu itu.



Sesampainya kami ke Tenggarong, kami beristirahat sejenak di depan museum Mulawarman. Sekedar minum air kelapa ditepi sungai Mahakam. Memang perpaduan yang pas kalau lagi panas terik :v


Saat selesai minum degan, kami ke museum Mulawarman. Namun rencan tinggal rencana, kami datang saat semua pegawai museum sedang cuti lebaran. Ya akhirnya kami foto-foto diluar museum.









Ini adalah foto bulan Mei kemarin, aku sebelumnya sudah pernah ke museum ini. Di tempat ini, tepatnya disebelah museum terdapat makam para raja-raja Kutai Kertanegara. Museum Mulawarman cukup lengkap koleksinya. Mulai dari kebudayaan setempat, sejarah, hingga uang zaman dahulu. Juga ada benda-benda keramik di lantai bawah tanah, senjata kerajaan Kutai Kertanegara, batu-batuan, kerajinan daerah setempat, patung hudoq, sampai tempat tidur raja juga ada dan masih banyak lagi.






Setelah cukup foto-foto, kami pergi tepian sungai Mahakam. Disini kami melihat patung Lembuswana dan juga terlihat bekas jembatan Kutai Kertanegara dari sini yang sedang dibangun lagi. Di sungai Mahakam ini banyak kapal tugboat yang sedang menarik tongkang bermuatan batu bara.





Saat sudah puas foto-foto, kami kembali ke Samarinda tak melewati jalan yang tadi kami lewati sebelumnya. Kami melewati bekas jembatan Kutai Kertanegara lurus langsung ke Jembatan Mahulu.




Dalam perjalanan ke Samarinda ini sangat berbeda dengan kami berangkat tadi. Masih banyak ditemui rumah panggung dan juga gak sedikit ada convefyor untuk memasukan batu bara ke kapal tongkang. Disini juga banyak tugboat bersandar sambil menunggu tongkang penuh dengan batu bara.






Saat sampai di jembatan Mahulu, disini aku sangat terkesan dengan banyaknya kapal tugboat dan tongkang. Ada yang lagi bersandar dan juga ada yang sedang pergi untuk mengirim batu baranya. Ditambah rumah-rumah di pinggiran sungai Mahakam.


Senin (28/07), SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!! dam kami hari ini gak kemana-mana. Karena hampir semua tempat disini tutup karena lebaran. Jadi agak susah mencari tempat makan di Samarinda pas lebaran kayak gini. 

Tetapi masih ada saja beberapa rumah makan yang masih buka pada saat semua lagi berlebaran sama keluarga mereka. Karena keliling-keliling kota Samarinda dan yang buka rumah makan Kenari ini. Kami memesan kepiting saos mentega. Memang harganya tetep sama mahalnya di Surabaya, tapi gak bakalan nemuin kepiting segini besar dan banyaknya di Surabaya :)))

Selasa (29/07), ini hari terakhirku dengan mama untuk berlibur di Kalimantan ini, karena besok sudah pulang ke Surabaya. Sisa satu hari ini kami manfaatkan untuk pergi ke kota Baikpapan. Melewati bukit Soeharto, perjalanan dengan mobil kurang lebih tiga jam lamanya. Setibanya di Balikpapan, kami ke pasar Inpres Kebun Sayur.


Disini kami tidaklagi mnecari sayur atau makanan. Gak tau kenapa dinamakan Kebun Sayur padahal dari pintu masuk hingga belakang pasar ini semua berjualan perhiasan semacam batu sapir, cincin, kalung, gelang, giok,kain tenun, kaos, dan masih banyak kerajinan yang lain disini. Mama beli banyak kalung dan kaos buat oleh-oleh. Aku cuma beli kalung giok hijau disini.


Habis puas belanja oleh-oleh, kami pergi ke pantai Lamaru. Pantai Lamaru masih tergolong bersih, pasirnya masih putih. Padahal gak jauh dari pantai ada pelabuhan dan tempat kilang minyak Pertamina. Di pantai juga terdapat kegiatan outbound seperti flying fox, mengendarai motor ATP, dan masih banyak lagi. Selain itu juga ada penyewaan car golf juga. Untuk permainan di lepas pantai ada banana boatnya juga.









Rabu (30/07), hari ini aku dan mamaku pulang, karena mamaku sudah mulai kerja besoknya. Ya setelah kurang lebih seminggu disini dan akhirnya kami harus pulang ke Surabaya. Dari Samarinda ke Balikpapan kami lewat bukit Soeharto kurang lebih dua setengah jam.




Walaupun aku sudah dua kali liburan dalam jangka waktu kurang dari enam bulan pernah kesini, aku gak merasa bosan atau jenuh dengan daerah Kalimantan ini. Meskipun kota-kota di Kalimantan Timur ini minim destinasi tempat wisata menurutku atau akunya yang daya jelajahnya masih kurang. Tetapi walaupun begitu hutan yang masih lebat, perjalanan berbukit, sungai yang lebar dengan tugboat dan tongkang ini membuatku pribadi gak bosan untuk pergi kesini lagi. Ya semoga saja Kalimantan lebih menyenangkan dari dua kali liburanku ini.

untuk versi google+ lihat aja disini

No comments:

Post a Comment